Site Overlay

Wastewater Reuse, Teknologi Pemanfaatan Kembali Air Buangan

Penulis: Mayandi Daratamia, Rachma Sekar Utami dan Nita Arsela (TL 2018)

Penyunting: Tim Humas/ MF

Setiap harinya jumlah penduduk di dunia terus mengalami peningkatan dan tentunya hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan air bersih. Perlu diketahui, kebutuhan air pada masyarakat global secara normal mencapai 20 liter per orang per hari yang mana digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti rumah tangga, pertanian, industri, dan kegiatan lainnya.

Dari berbagai aktivitas tersebut tentunya akan menghasilkan air limbah yang apabila tidak diolah dengan baik akan mencemari lingkungan termasuk badan air dan akhirnya mempengaruhi kualitas air, sehingga dibutuhkan pengelolaan air dan konservasi sumber daya air agar tidak menimbulkan berbagai permasalahan lainnya, termasuk krisis air.

Air yang bisa dimanfaatkan langsung manusia hanya sebesar 0,14%. Jadi, wajar saja apabila tidak digunakan dengan bijak maka akan menyebabkan krisis air bersih di dunia. Jika kita telusuri lebih jauh, maka akan ada beberapa wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami krisis air bersih di sepanjang tahun. Bahkan, IDEP Foundation mengatakan bahwa Bali yang merupakan surga wisatawan dunia ini sedang mengalami krisis air bersih yang diakibatkan oleh turunnya muka air tanah dan juga air permukaan.

Kurangnya akses air bersih ini berbanding terbalik dengan tujuan pembangunan berkelanjutan ke-6 yaitu “Memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi semua”. Maka dari itu, diperlukan suatu solusi yang dapat mengatasi permasalahan ini dan salah satunya adalah dengan konsep wastewater reuse.

Apa itu wastewater reuse?

Wastewater reuse merupakan suatu sistem pemanfaatan air buangan dari proses pengolahan air limbah untuk berbagai keperluan dan kegiatan. Nah, untuk konsep wastewater reuse ini sudah banyak berkembang di berbagai negara di dunia bahkan di negara-negara yang biasanya tidak dianggap memiliki kelangkaan air. Amerika Serikat, Eropa Barat, Australia, dan Israel merupakan negara-negara yang sedang populer menerapkan konsep ini.

Konsep Wastewater Reuse
(Sumber: www.yourhome.gov.au/water/wastewater-reuse)

Apa saja manfaat wastewater reuse?

Di Amerika Serikat, konsep wastewater reuse dimanfaatkan dalam irigasi pertanian (khususnya di California, Idaho, dan Colardo), untuk kegiatan industri sebagai air pendingin, recharge air tanah, serta kegiatan lainnya seperti danau rekreasi, akuakultur, dan pembersihan toilet. Selain Amerika Serikat, terdapat salah satu kota di Afrika yaitu Windhoek yang merupakan kota pertama yang menerapkan reuse wastewater.

Kenapa Windhoek menerapkan konsep wastewater reuse?

Kota Windhoek ini merupakan salah satu kota paling gersang di dunia yang mana dengan suhu pada kota tersebut dapat menyebabkan 83% air hujan menguap dan hanya 1% diserap ke dalam tanah. Hal ini menyebabkan kota Windhoek melakukan reuse wastewater dan dengan penerapannya tersebut menjadikan Windhoek sebagai kota pertama di dunia yang menggunakan kembali air limbah domestik untuk konsumsi manusia.

Pengolahan air pada kota Windhoek terjadi pada IPAL kota dengan teknik multiple barrier treatment yang prosesnya terdiri dari fase: pra-ozonasi, koagulasi/flokulasi, flotasi, sand filter, ozonasi, filtrasi, adsorpsi karbon aktif, ultrafiltrasi dan klorinasi sehingga air limbah domestik dapat digunakan kembali untuk kebutuhan sehari-hari.

Pengolahan Air pada Kota Windhoek
(Sumber: Maquet, 2020)

Konsep wastewater reuse ini memiliki banyak kelebihan baik dari segi ekonomi maupun aspek lingkungan seperti membantu dalam memelihara sumber daya air yang ada di bumi. Dengan penerapan konsep wastewater reuse ini dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi krisis air bersih. Namun, dalam penerapannya konsep wastewater reuse juga memiliki berbagai kendala mulai dari aspek teknis, ekonomi, peraturan, sosial dan aspek lainnya.

Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut pada pengaplikasian wastewater reuse pada berbagai kegiatan sehingga penerapannya dapat diterima di masyarakat dan juga aman bagi lingkungan, serta diharapkan dapat meminimalisir risiko krisis air di masa yang akan datang. Jadi yuk mulai bijak dalam menggunakan air agar kita dapat terus menikmati air bersih di masa mendatang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *