Site Overlay

Pemanenan Air Hujan

Seminar Hari Air Tahun 2018 ini diselenggarakan oleh Kementrian dan Perumahan Rakyat Diektotrat Jendral Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

ppp

PANENAN AIR HUJAN “ Memanfaatkan Alam Untuk Kelestarian Air”

Air merupakan sumber kehidupan, oleh karena itu dijadikan hari khusus untuk memperingati hari air sedunia, karena air sangat penting untuk kehidupan terutama air bersih. Hari air sedunia diperingati setiap tanggal 22 maret. Memperingati hari air bertujuan untuk penghematan dalam penggunaan air.

pp2

Dalam mempringati hari air, perwakilan dosen dan mahasiswa teknik lingkungan ITERA menghadiri  seminar yang diselenggarakan oleh kementrian dan perumahan rakyat Diektotrat Jendral Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dengan tema “PANENAN AIR HUJAN”. Novotel, pada hari kamis, 22 maret 2018 dengan Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro, ST., MM.,Mt BBWS Cimanuk-Cisanggarung sebagai pembicara.

“Pemanfaatan air hujan bisa dengan metode (tadah hujan)  agar tidak terbuang sia-sia, air hujan bisa dipanen untuk tanaman hidroponik. Jika untuk diminum haruslah dimasak (rekomendasi) dan  uji terlebih dahulu di lab agar aman untuk di konsumsi ”. Beliau juga menjelaskan tentang pipa yang dapat digunakan untuk panen air hujan, yaitu pipa yang berdiameter 60 cm dan diberi saringan dari kain untuk menghalau jentik-jentik nyamuk.

Pada pembahasan berikutnya mebahas seputar Bioengineering berwawsan lingkungan. Pemanfaatan tanaman bambu sebagai tanggul pencegah banjir. Bambu ditanam sedemikian rakit dan ditanam sedimikian rupa kemudian diberi coran semen dilubangnya agar bambu lebih kuat untuk menahan aliran sungai yang deras. Metode ini cukup tergolong murah untuk pembuatan tanggul pencegah banjir.

Sri Wahyuningsih ketua komunitas banyu bening menyampaikan bahwa air hujan sangatlah bermanfaat dan selama ini dibuang sia-sia oleh masyarakat. Dan juga bahwa jika air hujan yang turun sudah 15 menit dan disertai petir tidaklah mengandung bakteri,bahan kimia dan logam berat. Pengolahan air hujan yang  dilakukan oleh ibu Sri Wahyuningsih lewat instalansi elektolisa yang menghasilkan air bersifat asam dan basa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 . All Rights Reserved. | Catch Vogue by Catch Themes