Site Overlay

Pengabdian Masyarakat ke SDN Gedung Harapan

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam dua pertemuan, yaitu pada Kamis, 24 Agustus 2017 dan Rabu, 18 Oktober 2017. Kegiatan hari pertama fokus pada masalah kurangnya fasilitas sanitasi sekolah. Hal ini dapat menjadikan siswa kurang sadar pentingnya menjaga kebersihan diri yang dapat berakibat pada kesehatan mereka.

Oleh karena itu, solusi yang diberikan adalah dengan memberikan edukasi kebersihan diri yang mudah dan mendasar serta dapat dilakukan sehari-hari oleh siswa sendiri. Siswa dijelaskan tentang pentingnya menggosok gigi setiap sehabis makan dan sebelum tidur, yaitu untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Selain itu juga diingatkan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Penjelasan diberikan di kelas kepada 29 siswa kelas 1, 2 dan 3. Setelah itu dibagikan sikat gigi, dan pasta gigi pada masing-masing siswa dan mempraktekkan teori yang sudah diberikan di lapangan bersama-sama.

Selain kegiatan bersama siswa, pada hari tersebut dilakukan penyerahan enam buah tempat sampah dan poster terkait kebiasaan hidup sehat agar pada masing-masing kelas siswa lebih mudah membuang sampah pada tempatnya dan hal tersebut menjadi kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

Kegiatan hari kedua diikuti oleh siswa kelas 4, 5 dan 6 yang berjumlah 31 siswa. Tema hari kedua adalah Kegiatan Program Cinta Lingkungan dimana dijelaskan kepada siswa mengenai pentingnya 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) serta praktek langsung pembuatan kertas daur ulang.

Dalam prakteknya, siswa dibagi kedalam 5 kelompok kecil untuk memudahkan penyampaian materi bersama Tim Pengusul dan Mahasiswa Teknik Lingkungan. Karena pembuatan ketas daur ulang membutuhkan waktu pengeringan yang lama, maka telah disiapkan contoh-contoh kertas daur ulang yang sudah kering dan siap digunakan oleh siswa untuk dihias sesuai dengan kreasinya masing-masing.

Akhir kegiatan yaitu dilakukan evaluasi dengan diskusi bersama guru-guru SD Negeri Gedung Harapan terkait kegiatan yang telah dilakukan. Berdasarkan diskusi tersebut diketahui bahwa selama kurang lebih 2 bulan jeda waktu antara pertemuan pertama dan kedua, siswa telah memanfaatkan tempat sampah yang diletakkan di masing-masing kelas.

Kebiasaan membuang sampah di tempatnya senantiasa diingatkan oleh guru setiap hari di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Untuk kedepannya diharapkan terdapat bantuan untuk perbaikan sarana sanitasi kamar mandi siswa yang belum dapat digunakan sampai sekarang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 . All Rights Reserved. | Catch Vogue by Catch Themes