Site Overlay

Mahasiswa TL ITERA Ikuti Sakura Exchange Program di The University of Kitakyusuhu

Andre Atmadestra, mahasiswa program studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatera angkatan 2016 telah melakukan Sakura Exchange Program yang diselenggarakan oleh The University of Kitakyushu bekerjasama dengan Mastumoto dan Fujiyama Laboratory. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 22 hingga 27 Januari 2020. Andre menjadi satu dari 15 peserta yang terpilih. Peserta lain berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yaitu Universitas Andalas, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Pasundan, Universitas Brawijaya, Universitas Pakuan Bogor, Univesitas Negeri Malang, Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya.

Andre (tengah atas) bersama peserta lainnya dalam Sakura Exchange Program di The University of Kitakyushu

Kegiatan yang dilakukan antara lain kunjungan ke universitas Kitakyushu serta laboratorium Matsumoto dan Fujiyama. Kemudian mengikuti 12th SR Conference for Asian Local Governments, kunjungan ke Eco-Town, PET recycling, Tanoshi Compose Center, Environmental Museum, Water Museum, Murasaki River, Kokura Castle, Mojiko Retro, San Ki Roun, tempat recycling mobil bekas, serta Biotope (kawasan konservasi ekosistem hewan dan tumbuhan).

Faculty of Environmental Engineering, The University of Kitakyushu

Eco-Town, Pusat Pembelajaran Lingkungan di Kiyakyushu

Tanggal 24 Januari 2020, rombongan bergerak mengunjungi Eco-Town untuk menambah pengetahuan terkait pengelolaan lingkungan. Eco-Town merupakan tempat pengembangan berbagai inisiatif, bentuk pendidikan dan penelitian dasar di bidang lingkungan untuk penelitian teknologi dan demonstrasi dalam upaya komersialisasi melalui kerjasama dengan Kitakyushu Science dan Research Park. Tempat ini terbuka untuk umum.

Foto di Eco-Town Center bersama Teitan, maskot Kota Kitakyushu

Tempat pertama yang dikunjungi adalah pusat pembelajaran lingkungan untuk memberikan pengetahuan tentang proyek yang ada di Eco-Town untuk menjadi lokasi dukungan perusahan baru di Eco-Town. Disini peserta diberikan materi bagaimana cara mengelola lingkungan yang benar. Eco-Town diharapkan sebagai tempat pembelajaran dan penelitian di bidang lingkungan agar kejadian pada tahun 1960an tidak terulang lagi.

Bagian Depan Eco-Town Center

Cari Tahu Cara Recycling PET di Eco-Town

Setelah diberikan materi di Eco-Town Center, selanjutnya dilakukan kunjungan ke PET Recycling. PET recycling yang ada di Eco-Town merupakan perusahaan pertama yang ada disana.Yang dihasilkan pada proses daur ulang ini berupa pellet dan flakes. Daur ulang botol bekas dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi sampah botol plastik itu sendiri. Bahan botol yang akan di daur ulang berbeda. Untuk botolnya berbahan PET dan tutup botol berbahan Polypropylene (PP). PET adalah salah satu plastik yang umum digunakan. PET juga dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan botol baru, kertas tahan air dan lainnya.

PET Recycling di Kawasan Eco-Town

Perusahaan akan terkena sanksi sesuai aturan yang telah ada apabila tidak melakukan program recycling di perusahaan mereka. Proses recycling yang dilakukan di Eco-Town dapat dilihat pada skema di bawah.

Proses Recycling PET di Eco-Town

Belajar Sistem Landfill di Jepang

Fukuoka University Research Center merupakan tempat penelitian landfill sampah rumah tangga. Di sini merupaan tempat simulasi landfill yang akan diterapkan. Ada 3 tank simulasi, tank 1 merupakan semi-aerobic landfill dan tank 2 anaerobic landfill. Kedua tank ini tujuannya untuk studi jangka panjang tentang dioksin , boron dan florine. Tank 3 anaerobic landfill, tujuan dari tank 3 ini penjelasan pembuatan hydrogen sulfide. Semi-aerobic merupakan standar landfill yang ada di Jepang.

Tangki Simulasi Landfill

Tanoshi Compose Center

Disini belajar mengenai pembuatan kompos dari bahan organik sisa makanan atau bahan makanan. Prosesnya dikumpulkan lalu dicacah dan diperas. Proses terakhir adalah masuk mesin composting. Setelah ini masuk bak dimana terdapat 7 bak. Waktu penyimpanan disetiap bak 1 minggu. Setiap hari pembuatan kompos menggunakan 4,5 ton sampah organik dan sekitar 13.000 ton /tahun. Dari banyaknya sampah tersebut dihasilkan 80 ton/tahun pupuk siap pakai. Dimana hasil pupuk biasa dijual dengan harga 10 yen/kg.

Bak Penyimpanan Hasil Produksi Kompostin

Jepang dan Murasaki River

Pada hari keempat, tempat pertama yang dikunjungi adalah Environmental museum. Berisi sejarah kota Kitakyushu yang dulunya wilayah yang bahkan tidak layak tempat tinggal hingga menjadi sebuah kota yang indah. Disini diajarkan bagaimana mereka telah berusaha menerapkan ke 17 SDGs dengan telah menerapkan poin terakhir yaitu kemitraan global guna pembangunan berkelanjutan. Usaha perubahan dan pengelolaan lingkunga tersebut mendapat penghargaan Environmental Leadership dilihat dari penerapan 3R.

Setelah dari Environmental museum melanjutkan kunjungan ke Water Museum dan Murasaki River monitoring center. Disini sejarah dan aktivitas restorasi sungai Murasaki River yang dilakukan oleh pemerintah Jepang sekaligus mempelajari mengenal hewan-hewan unik di Murasaki River yang dilindungi oleh pihak Water Museum. Selain itu mendengarkan pemaparan tentang sejarah toilet yang ada di kereta dan melihat berbagai contoh dari kereta yang ada didunia guna untuk diterapkan di Jepang. Jadi untuk pembuatan toilet di kereta menyesuaikan medan jalan. Sehingga dalam keadaan medan apapun ketika kita berada di toilet akan merasa nyaman.

Menikmati Keindahan Jepang di Kokura Castle, Mojiko Retro dan San Ki Roun

Mojiko Retro merupakan pelabuhan dikenang sebagai salah satu pusat perdagangan internasional. Pada saat masa keemasannya Mojiko Retro sangat ramai dengan aktifitas perdagangan yang masuk ke Jepang. Khusunya yang dari China. Walaupun saat ini pelabuhannya masih ada tetapi tidak seramai dulu. Oleh karena itu pemerintah setempat mengubah konsepnya dengan membangun beberapa gedung guna menciptakan panorama yang bagus. Sehingga saat ini Mojiko Retro dikenal sebagai sebagai “100 lanskap Kota terbaik di Jepang”.  Disini juga dikenalkan dengan kebudayaan setempat. Dan juga mencoba memakai pakaian Yukata untuk foto di bangunan yang ada disana.

Mencoba Yukata, Pakaian Tradisional Jepang

Selanjutnya adalah San Ki Roun. Disini mempelahir tentang restoran Jepang pada abad ke-20. Serta mempelajari kebudayan seperti tata karma dan budaya makan di Jepang. Lalu menuju Mojiko Gallery House tempat mempelajari hasil karya seni. Peserta juga berkesempatan mempelajari jenis kertas washi dan yoshi yang digunakan membuat kartu pos dari bahan daur ulang.

Daur Ulang di Eco Town

Mengunjungi kembali Eco-Town tapi kali ini langsung menuju ke pabrik mesin photocopy. Disini mesin photocopy yang sudah tidak dipakai akan dibongkar agar dapat dilakukan pengolahan selanjutnya. Dari hasil pembongkaran didapat emas murni. Emas digunakan sebagai pembuatan sourvernir serta bahan pembuatan medali untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Lalu menuju pabrik WARC merupakan pabrik recycling mobil bekas. Mobil bekas yang masih layak dipakai akan ditawarkan untuk dijual apabila tidak ada yang mau membeli barulah mobil tersebut di recycle. Prosesnya dimulai dari pembongkaran body part seperti pintu, jendela, lampu dan lainnya. Lalu mengosongkan liquid yang ada didalam mobil seperti oil atau fuel. Lalu melepaskan badan mobil dengan mesin. Badan mobil yang sudah terpisah dari mesin akan di hancurkan sehingga membentuk persegi. Hasilnya akan dikirim ke pabrik pengolahan selanjutnya. Spare part mobil yang masih bagus seperti pintu dan lainnya akan dijual kembali jika ada yang ingin membeli.

Setelah itu menuju Biotope merupakan kawasan konservasi ekosistem untuk hewan dan tumbuhan. Merupakan tempat terbentuknya ekosistem baru. Pada awalnya hewan yang berasal dari dearah lain bermigrasi., seperti burung.  Dan tempat hidup hewan yang hampir punah yang ada di Jepang.Setelah dari Biotope mendapat kembali waktu freetime sampai closing ceremony. Acara tersebut dilakukan pada sore hari. Acaranya seperti pemberian sertifikat oleh Fujiyama Sensei kepada para peserta dan juga pemberian plakat dari para peserta kepada Fujiyama Sensei.

Ditulis oleh: Andre Atmadestra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 . All Rights Reserved. | Catch Vogue by Catch Themes