Site Overlay

Instalasi Pengolahan Air Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung

Oleh: Aufa Salsabila (TL ITERA 2018)

Air merupakan elemen penting dalam kehidupan. Masyarakat kota dapat menikmati fasilitas air bersih dari pemerintahan kota setempat dengan adanya PDAM. PDAM sebagai salah satu BUMN Indonesia bertugas mengalirkan air bersih ke tiap-tiap rumah yang ada. Air bersih tidak serta-merta didapatkan langsung dari alam dan dapat secara langsung didistribusikan ke perumahan warga. Menurut BSN (Badan Standardisasi Nasional) instalasi pengolahan air harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk menunjang kualiatas, kuantitas dan kontinuitas air. Standardisasi itu sendiri telah dibakukan dalam SNI 6774:2008. Hingga setiap instalansi pengolahan air harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, agar masyarakat dapat menikmati kebutuhan air bersih dengan tanpa kendala yang ada.

Berbeda dengan banyaknya pemukiman yang sudah mendapatkan perhatian pemerintah khususnya di bidang air bersih. Di Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, terdapat desa yang sama sekali belum terdapat instalansi pengolahan air. Masyarakat di sana mayoritas mengandalkan sumur galian sebagai sumber air. Jika musim kemarau datang dan menyebabkan air sumur kering, masyarakat membeli air bersih sekitar 100 ribu rupiah perkubik, yang diangkut oleh truk dari tiga kecamatan sebelumnya. Karena daerahnya yang dekat dengan laut lepas dan merupakan lahan rawa bukaan untuk para trasmigran, kondisi air disana cenderung payau dan berwarna kekuningan. Obsesi pemerintah tentang pembangunan dearah tertinggal tidak ditindak lanjuti dengan memperhatikan secara berkesinambungan kebutuhan pokok masyarakat.

Untuk kebutuhan air minum masyarakat desa mengandandalkan DAMIU (Depot Air Minum Isi Ulang). DAMIU ini sendiri diolah secara mandiri oleh beberapa masyarakat yang membuka bisinis di bidang ini. Umumnya mereka menggunakan air hujan dan air beli dari kecamatan gunung tiga sebagai sumber air baku. Proses pengangkutan dari sumber air baku dilakukan dengan drum-drum plastik ukuran besar yang kemudian dipindahkan dalam tangki penampungan melalui selang. Tahap selanjutnya proses pengolahan air minum dilakukan dengan tahap sederhana, yaitu berawal dari tangki air baku kemudian tahap filtrasi, masuk ke tangki penampungan, tahap sterilisasi dan selanjutnya pengisian galon. Pada saat warga akan mengisi ulang air minum terdapat beberapa depot yang menerapkan sanitari galon sebelum pengisian ulang  dan ada pula yang tidak. Dan selama proses dalam mendapatkan air minum, pengontrolan alat dan pengecekan kualitas air baku tidak dapat dipastikan melalui standar yang berlaku.

Dalam mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari juga air minum di desa ini, dapat menerapkan konsep yang sesuai dengan keadaan desa tersebut yaitu dengan proses desalinasi. Terdapat teknologi sederhana, murah, ramah lingkungan dan memadai untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan teknologi Pyramid Desalinator. Pengertian Pyramid Desalinator sendiri adalah teknologi penguapan air laut yang dapat menghasilkan garam dan air tawar. Teknologi ini merupakan serangkaian proses produksi garam dan turunannya, yang bermanfaat bagi daerah kering dan kesulitan air bersih.

Pyramid Desalinator ini berbentuk prisma yang dibangun dengan menggunakan bambu dan plastik yang berlapiskan UV. Untuk ukuran sudut prisma, sudut yang paling ideal adalah 45 derajat. Walaupun semakin runcing teknologi akan semakin bagus dalam mengalirkan air, akan tetapi volume dan terpaan angin akan lebih tinggi juga. Air yang dihasilkan dari penguapan akan mengalir mengikuti plastik UV, dan selanjutnya mengalir pada pipa paralon yang terpasang di bagian bawah aliran air di lapisan plastik. Menurut saya teknologi ini dapat menjadi solusi bagi pemerintahan untuk menaikkan standar kualitas hidup masyarakat desa tersebut. Selain itu teknologi ini pun dapat membuka lapangan kerja dan menambah pendapatan desa dan masih banyak hal positif lain yang dapat memberikan persentase plus dalam membangun negri dari desa, sesuai dengan semboyang kepemerintahan saat ini.

Saya berharap setiap desa dikecamatan ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan kaum intelektual. Hal ini disebabkan letak daerah yang susah, diakses semoga tidak dijadikan alasan atas keterlambatan pembangunan daerah yang belum merata didearah ini. Kondisi seperti ini pun sudah dialami berpuluh tahun lamanya oleh masyarakat desa. Karena bukan permasalahan air bersih saja, antara lain terdapat permasalahan akses jalan, listrik, sampah, ekonomi dan tugas lainnya bagi pemerintah.

Biodata Singkat Penulis

Nama               : Aufa Salsabila

Pekerjaan         : Mahasiswi Teknik Lingkungan ITERA 2018

Artikel dapat diunduh melalui tautan berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 . All Rights Reserved. | Catch Vogue by Catch Themes