Site Overlay

Kehadiran Kampus ITERA bagi Masyarakat Sekitar

Perubahan yang dirasakan masyarakat sekitar kampus semenjak berdirinya ITERA

  1. Berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, lokasi sekitar kampus memang menjadi tempat yang strategis untuk berdagang mengetahui telah dibangun kampus di daerah mereka sebagian masyarakat yang bekerja sebagai petani karet dapat menambah penghasilan dari membuka toko seperti ATK, warung nasi, toko kelontong , serta masyarakat nonlokal akan banyak yang berdatangan untuk membangun rumah pribadi, kost/kontrakan, ruko, dan segala kegiatan usaha barang maupun jasa.
  2. Secara sosial masyarakat berkembang, jumlah penduduk bertambah dan interaksi antar penduduk meningkat , penambahan jalan raya, serta kekhawatiran terhadap tindak kriminalitas berkurang, dan terbukanya lapangan pekerjaan.
  3. Masyarakat tidak khawatir lagi masalah pendidikan, karena semenjak ITERA dibangun sarana pendidikan yang mendukung bertambah, seperti dengan adanya kampus baru yang berkualitas bagi mahasiswa, sma-smp dan pondok pesantren.
  4. Daerah masyarakat dapat dikenal seluruh Indonesia bahkan dunia secara luas dengan perkembangan kampus ITERA itu sendiri. Apalagi saat Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia berkunjung ke kampus Institut Teknologi Sumatera.
  5. Pembangunan yang berkembang menjadi pertimbangan masyarakat, seperti pembangunan asrama di lingkungan kampus ITERA membuat keuntungan usaha dari masyarakat yang membangun kost/kontrakan menjadi menurun, pembangunan jalan raya yang menyebabkan terkikisnya nilai-nilai lokal atau bentuk asli daerah, namun dengan adanya sarjana teknik yang banyak permasalahan ini yang akan di telaah dan ditangani oleh kami dan menjadi tugas kami menata wilayah sumatera serta Indonesia menjadi lebih baik karena sebenarnya pembangunan ini adalah upaya dari meningkatkan kesahteraan masyarakat dan tidak membuat kesenjangan di masyarakat.
  6. Masyarakat lokal merasa tergeser jika tidak menerapkan strategi-strategi ekonomi yang bijak agar tetap bisa bertahan dalam persaingan ekonomi dengan masyarakat non lokal atau pendatang dan agar terhindar dari bentuk marjinalisasi.
  7. Yang paling utama yaitu bergesernya nilai sosial religius menjadi individual materialisme, yaitu dimana masyarakat daerah dulu rajin beribadah di tempat ibadah sekitar, merayakan berbagai acara keagamaan bersamaa, rasa toleransi yang tinggi, namun sekarang sepertinya mulai pudar akibat pemikiran dari masyarakat yang mengganggap materail itu segalanya, hal ini yang bisa menyebabkan berbagai perselisihan antar masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 . All Rights Reserved. | Catch Vogue by Catch Themes